Image default
Berita

Mengenal 6 Fakta Mata Elang, Penagih Debitur Macet yang Sering Ditakuti

Istilah debt collector pastinya sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Istilah tersebut mengacu pada orang yang bertugas menagih utang dari para peminjam dana di bank atau lembaga pembiayaan lainnya. Keberadaan profesi ini tentu bukan tanpa sebab, melainkan adanya masalah pada proses kredit antara kedua belah pihak. Ada juga debt collector khusus untuk menagih para debitur yang terlibat kredit kendaraan. Debt collector untuk tugas khusus tersebut dinamakan mata elang.

Baca Juga: Cek Jam Ganjil Genap Jakarta Di Sini!

Sebagian orang yang belum pernah berurusan dengan debt collector ini pasti belum paham betul tentang istilah tersebut karena sering mendengar istilah yang sudah umum. Diberi nama dengan menggunakan nama anggota tubuh binatang karena profesi tersebut memiliki ketajaman penglihatan layaknya elang. Mereka harus orang-orang yang sangat teliti dalam mengenali identitas debitur di mana saja berada. Agar semakin paham mengenai profesi yang berkaitan dengan utang piutang ini, simak penjelasan berikut ini.

1. Sebagai Pekerja Pihak Ketiga

Setiap lembaga pembiayaan memiliki pekerja yang bertugas menagih utang dari para debitur. Namun khusus untuk profesi debt collector mata elang ini, mereka adalah pekerja pihak ketiga. Lembaga pembiayaan memperkerjakan mereka dari jasa penyedia pekerja outsourcing. Jadi ketika diajak kerjasama oleh lembaga pembiayaan, para debt collector ini sudah paham betul apa yang menjadi tugas utamanya. Mereka juga sudah dibekali keahlian serta pengetahuan yang cukup untuk menjalankan peran tersebut.

2. Selalu Membawa Catatan

Mata elang berbeda dengan debt collector

Sebagai bekal menagih tanggungan ke para debitur, debt collector khusus untuk debitur kendaraan bermotor itu akan selalu membawa catatan. Biasanya catatan yang mereka bawa berupa buku tebal yang di dalamnya tertera semua informasi mengenai cicilan yang menunggak. Bahkan tidak ketinggalan juga catatan mengenai informasi kendaraan, mulai dari merk hingga nomor polisi. Catatan yang mereka bawa akan memudahkan para debt collector itu untuk menemukan sasaran mereka dan menghindari kesalahan.

3. Bertugas dengan Bergerombol

Untuk profesi debt collector biasa, kebanyakan akan bekerja sendiri ketika mendatangi debitur yang bermasalah. Sedangkan para debt collector mata elang ini, mereka umumnya bekerja dengan bergerombol 4 bahkan bisa hingga 10 orang. Gerombolan mereka sering terlihat di persimpangan jalan layaknya orang yang sekadar bersantai dan mengobrol. Padahal mereka sedang mengamati sekeliling untuk menemukan orang yang mereka cari. Tak heran jika gelagat mereka selalu terlihat sedang mengawasi dengan mata tajamnya.

4. Beraksi Penuh Risiko Berbahaya

Apabila dalam pengamatan mereka menemukan sasaran yang dicari, para debt collector itu tidak akan membuang waktu. Mereka akan langsung mengejar sasaran itu bahkan tidak akan segan terlibat aksi yang membahayakan di jalanan. Para penagih cicilan itu akan tetap melakukan pengejaran sampai dimanapun target bisa tertangkap. Ketika sudah berhasil menangkap sasaran, debt collector akan menanyakan kesanggupan debitur dalam melunasi hutangnya. Apabila debitur menyatakan siap melunasi, maka ia akan dibawa langsung ke kantor lembaga pembiayaan saat itu juga.

5. Tak Jarang Dianggap Penjahat

Pekerjaan sebagai debt collector mata elang memang penuh dengan risiko membahayakan. tidak hanya berbahaya saat kejar-kejaran dengan debitur di jalanan, mereka juga sangat mungkin dianggap sebagai penjahat karena aksinya itu. Pekerjaan mereka yang mengejar pengendara motor secara beramai-ramai itu sangat mungkin membuatnya disangka akan mencuri. Bahkan dari tampilannya saja, mereka terlihat sangat menyeramkan guna memberi efek takut pada debitur. Tampilan yang demikian pun membuat mereka kerap dikira begal motor.

6. Jadi Cara Pamungkas Menagih Cicilan

Keberadaan para debt collector berwajah seram dan berpenampilan garang itu sebenarnya telah melalui sederet prosedur. Lembaga pembiayaan pastinya sudah melakukan berbagai langkah bijak untuk menagih cicilan dari para debitur. Langkah itu diambil tentunya sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang disetujui kedua belah pihak. Namun karena cara yang sesuai aturan tidak dapat membuat para debitur disiplin dalam membayar cicilan, akhirnya lembaga memperkerjakan para debt collector khusus tersebut.

Baca Juga: Ketahui Cara dan Syarat Membuat Surat Izin Mengemudi Baru di Tahun 2021

Debt collector mata elang bekerja sesuai dengan tugas khusus dari lembaya pembiayaan. Namun yang membuat mereka berbeda dari debt collector pada umumnya adalah cara kerja yang lebih ekstrem, bahkan sampai terlibat aksi berbahaya. Semua itu mereka lakukan demi menyelesaikan tugas dan kemudian akan berhak atas penghasilan.

Related posts

Cek Jam Ganjil Genap Jakarta Di Sini!

Rostina Alimuddin

6 Nama Pembalap Indonesia Pernah Berlaga di Kompetisi Tingkat Dunia

Risma Mualifa

Leave a Comment